Sunday, 5 July 2009

Kronologi Lengkap Penangkapan dan Penganiayaan 4 Mahasiswa Indonesia di Mesir

Berikut kisah penangkap dan penyiksaan oleh intelejen Mesir yang dituturkan langsung oleh salah satu korban: Peristiwa terjadi pada hari Sabtu, tanggal 27 juni 2009 lalu, saat itu kami di rumah ada lima orang; saya (Fathurrahman-red), Muhammad Yunus, Arzil, Tasri Sugandi dan Jakfar-teman yang sedang bersilaturahmi ke rumah-. Adapun Ismail-seorang rekan rumah kami yang lain-sedang berlibur bersama teman-teman sedaerahnya asal Tapanuli Selatan ke bukit Sinai.

Sekamir pukul 02.30 dini hari waktu Cairo, rumah kami di datangi 12 orang Mabahist (polisi intelejen Mesir). Lima diantaranya berseragam lengkap dengan senjata laras panjang serta pistol. Sementara tujuh orang lainya berpakaian biasa. Salah seorang diantara mereka membawa linggis dengan panjang lebih kurang satu meter, seorang lain membawa alat penggunting kawat.

Setelah membunyikan bel rumah dengan cara yang tidak sopan sama sekali, akhirnya pintu kami buka dengan perasaan takut dan menegangkan. Ketika masuk salah seorang diantara mereka menanyakan pasport, sementara yang lainya langsung menggeledah rumah mencari sesuatu. Pistol dan senjata laras panjang langsung ditodongkan ke kepala kami.

Setelah lebih kurang 15 menit menggeledah, mereka tidak menemukan sesuatu yang dicari. Saya sempat menangkap pembicaraan salah seorang pimpinan mereka melalui telepon, bahwa, apa yang mereka cari tidak di temukan. Sebagian mabahis dimarahi komandannya dan diminta untuk mencari kembali apa yang mereka inginkan, kata pimpinan mereka "sudah kamu periksa apa-apa yang bisa dijadikan bukti dan bisa diambil?". Tak lama kemudian kami diminta untuk menghidupkan semua komputer yang ada. Kebetulan terdapat tiga komputer di rumah. Komputer pertama di periksa, namun mereka tetap tidak menemukan apa-apa. Ketika hendak memeriksa yang kedua, mereka melihat ada bebarapa poster di dinding kamar. Diantaranya poster Syeikh Ahmad Yasin (pejuang palestina), silsilah Pemimpin Hamas.

Melihat itu ekspresi mereka seketika berubah, dan memerintahkan kami untuk mengambil gambar tersebut. Teman saya sempat diminta untuk melakukan hal itu, namun berhubung dia orangnya kurang gesit, langsung saja tiga pukulan keras dari Mabahits mendarat di punggungnya. Sepuluh menit berlangsung, mereka kembali menggeledah rumah dengan brutal dan mengambil beberapa buku karangan DR.Yusuf Qordhowi dan buku-buku lainya yang mereka anggap berbahaya.

Beberapa saat kemudian kami diperintahkan untuk bersiap-siap dan memakai sandal. Selanjutnya kami digiring ke lantai bawah. Disana kami disuruh membentuk barisan, jarak antara kami dan mobil tahanan saat itu kira-kira sekamir 30 meter. Ketika melangkah menuju mobil, satu persatu bagian belakang kepala kami tiba-tiba dihantam pukulan keras, saya tak tahu maksudnya apa dan hampir saja saya terjatuh, begitu juga dengan ketiga teman saya yang lain.

Ternyata di dalam mobil sudah ada seorang tahanan asal Kazakistan yang menunggu dengan mata di tutup kain. Alhamdulillah secara kebetulan saudara kami Jakfar yang masih berumur 16 tahun dibebaskan, dengan alasan belum cukup umur. Saya sempat berpesan kepada Jakfar untuk segera menghubungi Bang Fajar - seorang aktivis di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir-red) yang tinggalnya tak jauh dari rumah kami.

Tepat ketika azan subuh di kumandangkan, kami tiba didekat masjid Nurul Khitab Awal hay sabi’. Di sana kami diturunkan dan digiring ke sebuah kantor. Saya kemudian minta izin untuk wudhu dan sholat, para mabahits itu semula tidak mengizinkan, namun akhirnya dibolehkan. Sepuluh menit menunggu, akhirnya dua orang anggota polisi berpakaian preman datang, satu-persatu mata kami diikat menggunakan kain sambil membentuk satu barisan.

Selang beberapa saat kami digiring ke sebuah ruangan berukuran 4x4 meter. Tempatnya sangat kotor dan pengap, disitulah kami tidur sambil duduk dan tidak boleh melonjorkan kaki hingga pukul delapan pagi. Pada jam diatas kami diberi makan berupa roti ‘isy ( makanan pokok orang Mesir yang terbuat dari gandum) serta sedikit manisan dengan mata tetap tertutup kain.

Setelah sarapan pagi, proses introgasi dimulai. Satu-persatu kami dipanggil. Saat itu kami berjumlah sembilan belas orang. Kami berempat; saya (Fathurahman-red) Yunus, Arzil dan Tasri Sugandi, dua orang berkebangsaan Prancis, seorang dari Kanada, lima orang dari Aljazair dan sisanya dari warga Rusia.

Berselang satu jam setelah azan Zuhur, giliran saya di panggil ke ruangan introgasi. Dengan mata tertutup saya dituntun salah seorang polisi ke suatu ruangan. Saat tiba di ruangan introgasi kemaluan saya langsung disetrum. Kemudian penutup mata saya dibuka sedikit, lalu dihadapkan ke sebuah meja, disana terdapat poster Syeikh Ahmad Yasin. Mereka bertanya, ini milik siapa...? saya jawab, "milik Ismail, orangnya sedang liburan ke bukit Sinai".

Seketika itu juga pantat saya disetrum beberapa kali, kemudian baju saya dilepas paksa oleh salah seorang polisi dan penutup mata saya di ganti dengan baju tersebut. Sementara itu celana saya dilepas dan dipaksa duduk di lantai dalam kondisi tanpa pakaian sehelaipun. Kaki saya di selonjorkan sedikit lalu diikat oleh salah satu polisi dengan tali sabut hingga membekaskan luka, sebab, saya selalu meronta menahan sakit saat disetrum. Masih dalam kondisi duduk, tangan saya ditarik kebelakang, kemudian diikat dengan celana yang yang tadinya dilepas paksa.

Saya dibaringkan dengan tangan terikat. Tepat di paha kiri saya di letakkan sebuah kursi. Mata saya yang sudah di tutup menggunakan baju, ditutup lagi dengan tangan oleh salah seorang polisi. Tangannya yang menggenggam kuat agak mengenai hidung, hingga beberapa kali saya menepisnya karena agak mempersulit saya bernafas.

Sesaat kemudian introgasi kembali dimulai dengan bermacam-macam pertanyaan, diantaranya sebagai berikut :

- Dimana kamu sholat, di rumah atau di masjid?, "sebelum sempat menjawab ujung kemaluan saya disetrum, tak ayal lagi saya menjerit sekuat-kuatnya menahan sakit.

- Apakah kamu sholat di awal waktu...? Kalau saya mood dan lagi enak badan ,jawab saya, namun belum sempat saya meneruskan jawaban, kembali kemaluan saya disetrum. Saya berusaha menutupi kemaluan dengan tangan walaupun terikat, namun seketika itu pula beberapa kali setruman mendarat di tangan kanan saya hingga menyebabkan luka.

- Apakah kamu sering hadir ke kuliah...? Saya kuliah pada waktu tertentu, ketika... cress...setruman itu kembali bersarang ke buah kemaluan saya, hingga beberapa kali pertanyaan yang tidak masuk akal dilontarkan, sebanyak itu pula buah kemaluan saya disetrum.

Sesi berikutnya, alat setruman diambil alih oleh polisi yang lain dengan pertayaan- pertanyaan konyol lainnya:

- Apakah kamu main bola bersama Ikhwan (Nama salah satu kelompok oposisi di Mesir)...?, kamu main bola dengan siapa...? Habib, Jaid atau kamal Mesir...?, tidak...! jawab saya. Kembali setruman mendarat, kali ini di bagian paha kiri saya.

- Kamu punya teman orang Mesir ya.? Tidak…!, Bohong kamu…!, setruman tetap dihujamkan ke paha kiri, hingga menyisakan luka parah sampai saat ini.

- Kamu kenal dengan Osama Bin Laden? Tidak…(setruman dialihkan ke perut kiri).

- Gimana kabar jihadnya sekarang? Saya tidak tahu, saya di Mesir ini hanya main bola, jalan- jalan, chating dan lain-lain.

- Kenapa kamu tidak main bola sama orang mesir? mereka main bolanya bagus-bagus dan badan mereka besar-besar, sementara badan saya kecil.

- Kamu Ikhwanul Muslimin...? Tidak...! kamu Ikhwanul Muslimin kan...? Tidak…! kamu Ikhwanul Muslimin...? Tidak...! Tidak...! kamu Ikhwanul Muslimin kan...? Tidak...! kamu Ikhwanul Muslimin...? Tidak...!

Begitulah setiap kali pertanyaan saya jawab, seketika itu pula mereka memberikan setruman satukali, duakali, tigakali bahkan lebih, tepatnya di paha kiri, perut bagian kiri, serta di kedua puting susu saya. Setelah di setrum berkali-kali seperti itu, saya merasa sudah tidak kuat lagi, sedemikian sakitnya saya sempat memanggil, "Ibu..., Ibu…, Ibu...” hingga beberapa kali.

Setelah penyiksaan berlangsung lebih kurang 15–20 menit, ikatan saya di lepaskan sementara kondisi badan saya sangat lemah, dihantui rasa takut, cemas dan juga trauma. Celana saya dipasangkan kembali tanpa baju. Selanjutnya mereka membuat berita acara kira-kira selama lima menit. Saya di kembalikan ke tempat tahanan awal, saat itu masih di penjara depan Masjid Nurul Khitab, Bersebelahan dengan Universitas Al Azhar putri, di kawasan 7th district. Penjaranya itu terletak di bawah tanah, tepatnya di bawah hadiqah ‘asyir Ramadhan-sebuah taman rekreasi yang berada di tengah kota.

Masih di ruang tahanan saya berdo'a semoga tidak di introgasi untuk kesekian kalinya. Sambil menangis dan merenungi dosa selama ini, saya hanya mampu terkulai lemah. Selang dua puluh menit kemudian, kembali saya dipanggil bersama dua teman satu rumah, Yunus dan Tasri Sugandi. Di introgasi kali ini punggung saya kembali di pukul dengan sebuah papan triplek tipis. Kali ini mereka cuma mencatat data pribadi kami. Sepuluh menit kemudian kami di kembalikan ke ruang tahanan.

Tiga puluh menit selanjutnya saya kembali dipanggil dan diancam akan di setrum seperti sebelumnya jika tidak menjawab dengan jujur. Satu pertanyaan saja yang mereka lontarkan :

- Apa hubungan Osama Bin Laden dan pengaruhnya di indonesai? Sambil setengah menangis saya menjawab, "saya tidak kenal Osama Bin Laden...!"

Detik berikutnya sang polisi tersebut menelpon entah kemana. Yang saya tangkap dari pembicaraannya, si penelepon meminta data dan menyebutkan ciri-ciri tentang saya. Selang beberapa saat, saya kemudian di bawa kembali ke ruang tahanan dengan mata tetap tertutup.

Dua jam berikutnya, kami diberi nasi berpiringkan ‘isy, masakan daging serta sedikit buah anggur merah. Saya makan sekedarnya walaupun sempat di tambahkan nasi. Setalah azan Isya, kami ketiduran namun mendadak dibangunkan dan di paksa makan ‘isy, selai dan keju. Beberapa teman yang satu tahanan kebanyakan mogok makan, namun di paksa menghabiskan dengan alasan biar kuat. Saya sempat terpikir jika dikasih makan banyak seperti ini, berarti persiapan untuk besok agar kuat di introgasi lagi.

Pemindahan dari penjara Nurul Khitob ke penjara Hay Assadis (6th District))

Diperkirakan pukul 11.00 malam waktu Cairo hari itu, kami semua di pindahkan ke penjara Hay Assadis. Saat hendak di pindahkan saya masih tidur, lalu sontak saja dibangunkan. Kami diperintahkan untuk berbaris satu deretan dengan tangan saling memegang pundak teman yang ada di depannya. Kami digiring ke mobil khusus tahanan dengan mata masih dalam keadaan tertutup dari pagi.

Di dalam mobil, penutup mata kami dibuka dan ternyata di sana sudah terdapat salah satu perwira polisi yang menunggu lengkap dengan senjata laras panjang. Lima belas menit perjalanan kami tiba di kantor polisi Hay Assadis, lalu dipaksa turun dengan membuat dua barisan.

Setelah pendataan usai, kami dijebloskan ke sebuah tahanan yang berukaran 3,5 x 4 meter, lalu di isi sembilan belas orang tahanan. Di dalamnya terdapat WC, sebuah lampu penerang 5 watt serta satu lobang udara tanpa jendela, sehingga kami tidak bisa membedakan antara malam dan siang. Selama dalam tahanan ini kami tidak disediakan makanan ataupun minuman, hanya ada air di kamar mandi yang bisa di gunakan untuk bertahan hidup. Selama dua hari dalam tahanan tersebut kami harus beli makanan sendiri melalui polisi penjaga tahanan.

Dengan sisa uang yang kebetulan terdapat dalam kantong kami berusaha membeli makakanan (kami berhutang dengan jaminan ada uang saudara Tasri Sugandi yang disita lebih kurang 700 le). Selama dua hari hanya dua mangkok kusyari (sejenis makan mesir terbuat dari mie) yang kami dapatkan sekedar untuk mengisi perut. Alhamdulillah selama dalam penjara sholat lima waktu selalu kami lakukan berjamaah.

Pada hari rabu tanggal 1 Juli dini hari, tepatnya pukul 02.00 malam waktu Cairo, kami di bebaskan dengan beberapa pesan :

* Jangan belajar dan kumpul-kumpul bersama Ikhwan al -Muslimin.
* Kalian cukup belajar saja selama di Mesir.
* Jika sempat ditangkap kembali kalian akan dipulangkan.

Keluar penjara kami langsung menyetop taksi bersama satu orang lainya yang berkebangsaan Rusia, kebetulan beliau tinggal di Tub Romli, tempat kediaman kami. Tepatnya Pukul 03.00 dini hari waktu Cairo, kami tiba di rumah dengan selamat berkat pertolongan dari Allah SWT serta do'a dari teman-teman semuanya.

Demikianlah kisah penangkapan dan penyiksaan yang kami alami selama berada di penjara, kisah penyiksaan yang dialami rekan saya, Muhammad Yunus belum sempat saya tuturkan di sini. Dan memang tidak semua rekan saya yang ditangkap turut mengalami penyiksaan serupa, hanya saya saja yang mengalami penyiksaan melampaui batas dan melanggar HAM serta tidak manusiawi.

Saya hanya bisa pasrah menyerahkan semuanya kepada Allah Yang Maha Kuasa atas kezholiman yang mereka lakukan kepada kami semua. Doakan kami, agar tetap tabah dan sabar dengan trauma penyiksaan yang sering menghantui. Semoga ada tindak lanjut dari perwakilan pemerintah kita, KBRI di sini terhadap kasus yang kami alami, sehingga mahasiswa kita khususnya di Mesir tidak lagi ditindas dan dilecehkan.

NB : Kisah ini disampaikan langsung oleh saudara Fathurrahman dan Muhammad Yunus (mahasiswa tingkat akhir) serta Arzil dan Tasri Sugandi (Mahasiswa baru yang datang dari tanah air pada tanggal 5 Mei 2009). Penulis menyaksikan dan melihat langsung kondisi korban di tempat kediaman mereka di kawasan Tub Romli, bersama beberapa anggota KSMR (Kelompok Study Mahasiswa Riau) dan beberapa orang KPTS (Keluarga Pelajar Tapanuli Selatan) yang hari itu turut datang menjenguk. Wasallam. Cairo, 2 Juli 2009.

Adakah Jejak Yahudi di Aceh?

Pernahkah kita mempertanyakan hal ini? Kalau belum silahkan pertanyakan segera! Atau pernahkah anda memperhatikan simbol-simbol bangunan, baju, topi, tas, film-film yang beredar ataupun bentuk bangunan-bangunan di Aceh, seperti hotel-hotel? Kalau belum, coba perhatikan. Dan… apa yang telah anda dapatkan?

Ternyata begitu banyak simbol-simbol ataupun gambar-gambar benda-benda diatas yang membentuk simbol-simbol Yahudi. Sebut saja logo Bintang David dan Mata Horus atau The All Seeing Eye. Sekurang-kurangnya ada dua gedung yang memakai simbol ini, yakni, Hermes Palace’s Hotel dan Aceh Eye Center. Dan pada produk pakaian yang beredar di Aceh antara lain pada produk ProShop, baik logonya yang bergambar kepala Setan (yang biasanya dijadikan simbol musik rock metal) maupun gambar-gambar grafisnya yang ada pada t-shirtnya maupun topinya. Gambar-gambar tengkorak organisasi ekslusif Kabbalah di Universitas Yale, Skull n Bones dengan sangat mudah kita dapatkan menempel di baju maupun tas kawula muda Aceh. Belum lagi simbol-simbol LSM-LSM ataupun NGO-NGO asing yang pernah membantu proses rehab-rekon pasca musibah internasional tsunami di Aceh tahun 2004 lalu.

Bahkan ada mesjid yang mendirikan tiang-tiang bendera maupun menara-menara di depannya. Meskipun pemasangannya agak miring ke kiri. Lantas untuk apa tiang-tiang ini? Untuk memasang bendera-kah? Tapi kalau kita perhatikan, tiang-tiang bendera ini jarang dipakai bahkan tak pernah. Seperti yang penulis lihat di kampung halaman penulis. Seperti yang penulis ketahui, simbol pendirian tiang-tiang maupun menara di tengah-tengah atau di depan sebuah bangunan yang diagungkan (dihormati/dibanggakan) adalah kepercayaan Paganisme (penyembahan terhadap dewa-dewi). Amerika Serikat (AS) dan Vatikan contohnya. AS mendirikan Monumen Washington tepat di depan Gedung Putih, gedung pemerintahan AS atau disebut juga “Oval Office.” Sedangkan di Vatikan tepat di depan Gedung Khatolik Roma itu sendiri. Tiang maupun menara ini adalah pencitraan terhadap Phalus atau Obelisk, yang tak lain tak bukan adalah kelamin (maaf) pria, yang juga begitu diagungkan oleh ajaran ini.

Untuk logo pada simbol-simbol LSM-LSM ataupun NGO-NGO asing bisa kita lihat pertamakali pada logo Uni Eropa, yakni lingkaran bintang pada organisasi tersebut yang sebenarnya adalah simbol cincin Saturnus, yakni dewa yang mereka agungkan. Pemasangan cincin ataupun tukar cincin pada prosesi pernikahan maupun pertunangan yang tak tertutup kemungkinan dilakukan di Aceh ini juga mengagungkan Saturnus. Lalu, logo UNDP. Perhatikan logo PBB di atas tulisan UNDP. Jika kita perhatikan ada 33 seksi pada bagian dalam logo PBB. 33 sendiri adalah angka yang paling disukai oleh organisasi Kabbalah, semacam Freemasonry. Logo Aceh Peace Resource Center (APRC) juga bersimbol cincin Saturnus.

Seorang teman pernah mengatakan apalah arti sebuah simbol sehingga harus kita, umat Islam, harus mempermasalahkannya. Menurutnya masih banyak hal lain yang mesti dikaji. Dari buku “54 Cara Hancurkan Israel” dijelaskan kalau ternyata peran simbol-simbol Zionis Israel ini juga penting bagi kelangsungan hidup negeri penjajah itu. Karena ini adalah salah satu bagian dari alat propaganda mereka. Singkatnya, dengan memakai simbol-simbol Zionis Israel tersebut baik pada tas, topi, pakaian, dan lain sebagainya, maka, kita secara tidak langsung telah mendukung eksistensi negara teroris itu di Palestina dan juga secara tidak langsung kita, umat Islam, telah menyiratkan rasa bangga memakai simbol-simbol negara teroris pembunuh bayi-bayi Palestina tersebut.

Apalagi selanjutnya?

Organisasi charitas Zionis Yahudi seperti Lion Club dan Rotary Club juga pernah “bergentayangan” di bumi Aceh. Dari beberapa literatur disebutkan bahwa kedua organisasi ini adalah milik Freemasonry.

Menurut almarhum ZA Maulani, yang sempat menjabat Kabakin Intelijen Indonesia ini, Rotary Club merupakan organisasi charitas ekslusif. “Disebut eksklusif, karena charter Rotary Club secara eksplisit membatasi jumlah anggotanya sesuai dengan jumlah bidang bisnis dan profesi yang ada pada masyarakat setempat. Rotary Club mengadakan konvensi tahunan yang laporan anualnya menjadi bahan masukan untuk bahan pengembangan strategi bagi gerakan Freemasonry Internasional.” Tentu saja pernyataan ini bisa dijadikan landasan persamaan terhadap kegiatan Lion Club. Jika masih belum percaya silahkan baca buku karangan Muhammad Fahim Amin berjudul “Rahasia Gerakan Freemasonry dan Rotary Club,” yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar.

Untuk film yang beredar di Aceh pun banyak yang memakai simbol-simbol Pagan ini di dalam filmya. Utamanya film-film kartun yang beredar di kios-kios VCD di Aceh. Lihat saja film kartun Death Note, yang bercerita tentang ambisi Light Yagami yang ingin menjadi the god of the new world (tuhan dari dunia baru), sebuah keinginan yang ingin dicapai oleh Bush dan konco-konconya yang kini dilanjutkan oleh Obama dan organisasi Pagan-Kabbalah seperti Freemason, Illuminati maupun Zionisme. Kemudian, film kartun Ragnarok: The Animation. Film kartun produksi Jepang ini juga sarat memakai istilah-istilah ajaran Pagan-Kabbalah yang kini sudah bersemi baik di AS maupun Eropa juga Asia. Simbol dewa Horus bisa kita perhatikan pada brosnya salah satu karakter kartun ini bernama Yuufa.

Film-film produksi Disney’s juga memakai simbol-simbol ajaran penyembah Lucifer ini pada setiap filmnya. Seperti diketahui, Disney’s sendiri adalah milik Zionis-Yahudi, yakni gembong para pengusung ideologi Pagan-Kabbalah. Walt Disney sendiri yakni pendiri Walt Disney’s Company adalah seorang Freemason derajat 33. Film-film produksi Disney’s ini sangat berbahaya di tonton oleh anak-anak karena mengajak mereka menyelesaikan setiap persoalan dengan sihir.

Salah satu majalah yang dikeluarkan oleh Disney’s adalah Witch Magazine. Majalah remaja yang mempunyai oplah yang cukup besar ini sekurang-kurangnya telah diterjemahkan ke dalam 20 bahasa. Untuk mengelabui pembacanya, Disney’s memberikan titik pada setiap hurufnya menjadi W.i.t.c.h. dan di setiap titiknya dimasukkan lima simbol Zionis-Yahudi, yakni Mata Horus, Segitiga Illuminati, Circle with a Dot (Lingkaran dengan titik ditengahnya, yakni melambangkan wanita), lalu simbol zodiak Pisces dan satunya lagi masih membingungkan penulis. Dan salah satu karakternya diceritakan berumur 13 tahun (sebuah angka yang menunjukkan ketigabelas suku bangsa Yahudi).

Simbol-simbol seperti ini juga muncul di drama anak—kalau tak salah penulis—di produksi oleh BBC, berjudul Teletubbies, yang juga sempat beredar di Aceh dalam bentuk VCD. Pada awal filmnya, coba perhatikan, pasti selalu diawali oleh terbitnya matahari berwajah bayi manusia. Matahari berwajah manusia ini adalah simbol Dewa Matahari bernama Ra, yang perayaan penyembahannya diadakan setiap tanggal 25 Januari. Setiap tokohnya sendiri juga memakai simbol-simbol ajaran pagan Yahudi ini diatas setiap kepala mereka. Sebut saja Tinki Winki yang memakai simbol piramida Illuminati yang terbalik, Dipsi memakai simbol kejantanan, yakni Phalus, Lala memakai simbol ikan Pisces dan Po memakai simbol kewanitaan, yakni Circle with a Dot. Logo Teletubbies adalah Mata Horus, yakni mata satu, matanya Lucifer (Dajjal) dan tulisan T-E-L-E-T-U-B-B-I-E-S sendiri berjumlah sebelas, salah satu angka favorit Kabbalah. Jika 11 dikali 2 maka akan diperoleh angka 22 dan jika dikali 3 akan diperoleh angka 33. Lagi-lagi angka favorit mereka! Jika kita jeli, maka simbol-simbol dan angka ajaran pagan Yahudi ini begitu banyak bertebaran di Bumi Seramoe Mekkah ini.

Meskipun di Aceh Majalah W.i.t.c.h. ini belum terbit, tapi ada satu produk majalah Disney’s yang terbit di Aceh yakni Album Donal Bebek yang diterbitkan oleh Kompas-Gramedia. Di album ini, ada satu kisah tentang seorang penyihir tua bernama Madam Mikmak yang selalu dapat menyelesaikan setiap persoalan lingkungannya dengan sihir. Selain itu ada lagi satu karakter lainnya yang selalu disandingkan dengan Paman Gober. Yaitu Mimi Hitam. Dalam salah satu kisahnya, demi menghilangkan kutukan sial dari sebuah batu rubi, Donal mengontak Mimi Hitam untuk menghilangkan kutukan tersebut. Mimi Hitam sendiri adalah seorang dukun yang ingin memiliki koin keberuntungan milik Paman Gober. Perilaku ini lazim terjadi pada sebahagian masyarakat Indonesia yang percaya mitos dan pergi ke dukun untuk minta pertolongan keselamatan. Ini sungguh merusak aqidah!

Semoga saja masyarakat Aceh menyadari bahaya perusakan aqidah oleh Yahudi tersebut. Bagi yang ingin tahu lebih jelas lagi silahkan baca tulisan berjudul “Mickey Mouse Leading Kids to Hell” di situs Illuminati-news.com atau baca artikel berjudul “The Skill of Lying, the Art of Deceid: the Disney Bloodline” di situs Theforbiddenknowledge.com.

Kehadiran Yahudi di Aceh di mulai ketika kapal Vereenigde Oostindsche Company (VOC) merapat di dermaga Aceh. Setidaknya inilah sedikit keterangan yang bisa dijadikan patokan terhadap kehadiran mereka di Aceh. (Sebagai catatan, Indonesia memiliki untaian pulau kurang lebih dari 13000 pulau dan Indonesia memiliki 33 propinsi. Di dalam ajaran Pagan Yahudi, Kabbalah sendiri, angka 13 dan 33 memiliki arti yang sangat spesial).

Setelah menjejaki kakinya di Aceh, orang-orang Yahudi ini pun mulai mendirikan sebuah Lodge (Loji) Freemasonry bernama Loji Prins Frederick yang kini menjadi sebuah sekolah menengah atas SMAN 1 Banda Aceh. Menurut Dr Th Steven (1994), gedung loji Vritmeselarij itu telah digunakan sejak tahun 1878. Selain bukti kedatangan VOC di atas, bukti lain yang juga dapat menguatkan penelusuran ini adalah perkataan orangtua Aceh dulu, “Otakmu seperti Yahudi.” Bukti lainnya adalah adanya batu nisan yang ditulis dengan bahasa Ibrani dan gambar Bintang David, seperti simbol bendera Israel di batu nisan tersebut. Tabloid Kontras pernah dalam sebuah kesempatan menelusuri isu ini. Menurut informasi dari tabloid tersebut, lokasi batu nisan di atas dapat dilihat di dalam komplek pemakaman Belanda, Kerkouf.

Lantas adakah kota di Kutaraja ini yang dijadikan basis mereka? Untuk saat ini penulis masih belum banyak menemukan bukti mengenai hal itu. Tapi, ada satu daerah yang sempat dijadikan oleh orang Belanda sebagai perkebunannya. Daerah itu adalah Blower. Dahulu, masyarakat Aceh mengenalnya dengan nama Bulchover, yaitu nama pemilik perkebunan ini yang tak lain tak bukan adalah seorang berkebangsaan Belanda. Dan tak tertutup kemungkinan kalau Bulchover ini adalah beragama Yahudi. Lambat laun nama ini berubah menjadi Blower. Pemaparan lengkap tentang asal mula kota Blower ini silahkan baca di Tabloid Kontras bertema “Jejak Yahudi di Aceh.” Selain bukti-bukti di atas, adakah bukti-bukti lain?

Kantor Berita Antara pada tanggal 12 September 2007 lalu sempat menurunkan laporan tentang niat seorang pengusaha Yahudi bernama George Soros yang ingin berinvestasi di Aceh dengan menggarap 20000 hektar perkebunan kelapa sawit. Informasi ini sendiri berasal dari Gubernur Irwandi Yusuf yang saat itu berada di New York, Amerika Serikat (AS). Berita ini langsung ditanggapi oleh media massa di Aceh maupun Nasional. Namun, entah karena banyaknya penolakan dari masyarakat Indonesia, pialang Yahudi yang sempat membuat perekonomian negara-negara Asia Tenggara (termasuk Indonesia) ini menjadi morat-marit tertimpa krisis finansial pada 1997 inipun akhirnya membatalkan niatnya tersebut.

Di dalam pemerintahan Gubernur Irwandi Yusuf sendiri hadir orang Asing yang menjadi penasehatnya. Sebut saja LeRoy Hollenbeck. Pria asal Amerika Serikat (AS) ini telah lama hadir di dalam Pemerintahan Aceh, semenjak Pj Gubernur Azwar Abu Bakar. LeRoy awalnya bekerja di BRR NAD-Nias kemudian diperbantukan di Pemda Aceh (Modus Aceh, Februari 2008). Masih menurut sumber yang sama, LeRoy juga diduga agen intelijen AS, CIA (Central Intelijen Agency) untuk Aceh. Selain LeRoy, tercatat ada tiga lainnya yang bersama Gubernur Irwandi. Seperti Reenata Korber (warga Austria), William Ozkaptan yang bertindak sebagai Koordinator Badan Narasumber Damai Aceh atau Aceh Peace Resource Center (APRC). Ia juga warga AS. Yang membuat aneh adalah hadirnya seorang pria asal Australia bernama Dr Damien Kingsbury. Track record-nya jelas, dosen senior pada Deakin University ini juga ikut terlibat dalam memerdekakan Timor Timur (kini Timor Leste) dari Indonesia pada 1999, silam. Ia pun sempat dideportasi oleh pihak imigrasi lantaran masuk ke Aceh lewat jalur ilegal pada November 2007 lalu. Melihat track record-nya dalam memerdekakan Timor Timur, bisa jadi ia punya misi pertolongan yang sama terhadap Aceh.

Tanggal 27 Maret 2008, Tabloid Intelijen menurunkan sebuah laporannya tentang sebuah operasi intelijen internasional bernama Hawk Eye. Hubungannya dengan Aceh adalah operasi ini bakal digelar disini yang berbasis di Pulau Weh, Sabang. Digunakannya Sabang sebagai basis mereka antara lain, karena Sabang memiliki pelabuhan yang akan digunakan sebagai Pelabuhan Bebas. Operasi ini sendiri dikabarkan bakal melibatkan Badan Intelijen Israel Mossad, CIA, M11, dan Scotland Yard. Salinan agak lengkap tentang mengapa operasi ini harus dilakukan di Sabang adalah sebagai berikut:

“…Mereka mengincar Pelabuhan Sabang karena Pemerintah Filipina menutup pangkalan militer AS, Clark and Subic. Ditambah lagi semakin meningkatnya perdagangan di Pelabuhan Benghazi, Libya. Oleh pihak Rusia, pelabuhan ini dipakai sebagai tempat menyuplai persenjataan ke beberapa negara di Timur Tengah. Dalam kondisi ini, Hawk Eye berada di Bhosporus, Turki. Posisi ini sangat timpang karena kontrol komando yang sangat panjang antara Washington-Brussel-Colon-Sisilia-Diego Garcia-Leghorn, Irlandia. Hal ini membutuhkan biaya yang sangat tinggi, karena membutuhkan teknologi satelit dengan menggunakan metode digital pada jaringan yang sangat panjang dan lebar.”

Terlebih lagi, lanjut Intelijen, operasional rutin armada tanpa pangkalan yang permanen membutuhkan biaya yang sangat tinggi dan penuh resiko. “CIA, Mossad, M11, dan Scotland Yard berusaha merancang titik-titik Hawk Eye pada gerbang lintasan antarbenua. Pihak CIA dan kawan-kawan menaruh harapan pada Perancis di Terusan Suez, tapi alternatif ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Mereka pun berupaya membuka titik pos di Sasebo, tapi terhalang Vladivostok dan Shakalin milik Rusia. Di Pos Diego Garcia mereka juga terhalang oleh Teluk Andaman dan Nikobar. Maka harus ada titik lain pada gerbang Samudera Hindia dan Selat Malaka sebagai tempat lalu lintas ekonomi AS dan Eropa. Tidak ada alternatif lain kecuali menjadikan Pelabuhan Sabang sebagai jaringan Hawk Eye,” tutup tabloid yang kini telah menjadi majalah ini menyudahi penelusurannya.

Dari sumber yang penulis temukan menyebutkan bahwa pengelolaan Pelabuhan Bebas Sabang ini dipegang oleh Dublin Port Company (DPC). Izin yang dikantongi oleh perusahaan asal Irlandia ini bisa saja dijadikan alasan untuk berkomplot melaksanakan operasi ini dengan keempat badan intelijen asing tersebut. Selain itu, perjanjian DPC dengan Pemerintah Sabang ini dinilai dapat merugikan Sabang dan Indonesia, khususnya. Apalagi jika diperhatikan, kata Intelijen, dari berbagai informasi disebutkan bahwa pihak Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) kurang berpengalaman dalam tata laksana pelayaran interkotinental sehingga sangat mudah jika pihak Asing bisa dengan mudah bermain dan tentu saja merugikan kita, Aceh dan nasional.

Apalagi yang membuka kembali Pelabuhan Bebas Sabang ini adalah mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur. Seperti yang kita ketahui, Gus Dur adalah orang yang ingin membuka hubungan perdagangan dengan negara Zionis Israel dan bersahabat dengan negeri yang telah membantai ribuan muslim Palestina itu. Sebagai catatan, pada Mei 2008, Gus Dur mendapatkan Medali Kehormatan (Medal of Valor) karena telah membela Zionisme dengan keterbukaan walaupun ia beragama Islam, yang langsung diberikan oleh Rabi Mervin Hier.

Lewat Menteri Perindustrian dan Perdagangannya kala itu, Luhut Binsar Panjaitan, Gus Dur telah mensahkan Surat Keputusan Menperindag No. 23/MPP/01/2001 tertanggal 10 Januari 2001, yang tentu saja melegalkan hubungan dagang dengan negeri teroris itu. Gus Dur sendiri saat masih memimpin negeri ini sempat berkata, permasalahan ini tak perlu dilihat dari unsur agamanya, tapi lihatlah dari kepentingan nasionalnya. Inilah salinan dari surat keputusan yang diterbitkan secara diam-diam dan tak jelas nasibnya sampai saat ini:

Perihal: Surat Keterangan Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia No. 23/MPP/01/2001 tanggal 10 Januari 2001 tentang Pencabutan Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 102/SK/VIII/1967 tentang Pelaksanaan Peraturan-peraturan dibidang Kebijakan Ekspor dan Pemasaran Barang-barang produksi Indonesia.

Perlu disampaikan bahwa saat ini tidak ada lagi hambatan atau larangan secara hukum untuk perusahaan Indonesia melakukan dagang dengan perusahaan Israel dan sebaliknya.

Aceh sendiri termasuk provinsi di Indonesia yang paling kaya akan sumberdaya alamnya. Dan AS sendiri adalah negara yang langsung tanggap memberi pertolongan kepada Aceh saat negeri ini disapu gelombang tsunami. Dan, AS sendiri adalah negara yang paling berdarah tangannya dalam menyerang negeri muslim, seperti Irak, Afghanistan dan Palestina alias memegang predikat sebagai negara kolonialis dan imperialis (penjajah) nomor wahid! Dalam setiap pertolongannya, negeri dua wajah seperti AS dan juga negeri-negeri penjajah lainnya selalu disertai dengan misi lain, yakni menguasai sumberdaya sebuah negeri calon jajahannya tersebut. Kasus Irak bisa kita ambil contoh. Misi sebenarnya AS menyerang Irak, seperti diketahui oleh masyarakat dunia, bukanlah senjata pemusnah massal, tapi adalah minyak. Apakah hal ini juga berlaku untuk Aceh, khususnya dan Indonesia, umumnya? Bisa jadi, karena bagi Barat tak ada yang namanya makan siang yang gratis! (No free lunch!).

Meskipun hal ini dibantah oleh pihak militer AS dan pemerintah Indonesia, namun ada kabar yang beredar kalau sebenarnya AS ingin membangun pangkalan militernya di Sabang. Sabang sendiri adalah sebuah pulau yang sangat strategis bagi perdagangan. Terbukti ketika Belanda (VOC) masih berkuasa di Aceh, negara tersebut ketika menguasai Aceh, sempat membangun pelabuhannya disitu sebagai jalur perdagangannya. Kata “Balohan” yang kini menjadi nama salah satu kota di Sabang, juga diduga kuat berasal dari ucapan orang Belanda kepada kata Pelabuhan di Sabang.

Selain itu dari penuturan mantan pejabat tinggi intelijen Indonesia yang dirahasiakan namanya oleh Herry Nurdi, yang kini menjabat Pemimpin Redaksi majalah Islam Sabili ini mengatakan bahwa AS sejak awal telah menyiapkan proyek Balkanisasi atau memecahbelah Indonesia dengan cara mempersenjatai dan menghidupkan lagi perlawanan separatisme di Aceh. Ini adalah proyek pertama dan akan menyusul proyek lainnya di beberapa daerah di negeri ini, seperti di Ambon, Maluku Utara, Papua dan Riau. Malah, konon, jauh-jauh hari, persenjataan dari pihak luar yang telah disiapkan dan tinggal menunggu perintah dalam daerah-daerah tersebut.

Lantas, siapa arsitek separatisme ini? Tentu saja kelompok Hawkish di dalam pemerintahan AS. Mereka adalah kumpulan orang-orang Zionis Kristen dan tentu saja Zionis Yahudi dan Israel. Orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap Islam dan akan berupaya penuh agar Islam tak akan bangkit lagi karena jika Islam bangkit pasti akan mengganti kepemimpinan sekaligus menghancurkan segala rencana busuk mereka atas seluruh negeri Islam di dunia. Data proyek Balkanisasi dan separatisme di Aceh ini penulis kutip dari buku “Lobi Zionis dan Rezim Bush: Teroris Teriak Teroris” (Hikmah: 2006), hal. 123-124.

Seperti kita ketahui bersama, negeri Paman Sam tersebut hingga saat ini masih dikuasai oleh Zionis Yahudi. Dan yang paling banyak penduduk Yahudinya adalah di kota New York. Sehingga tak salah jika orang-orang Yahudi tersebut menyebut kota ini sebagai “the New Yerussalem.” Dan misi Zionis Yahudi ini adalah seperti yang tertulis pada lembaran belakang uang satu Dolar AS, yakni Novus Ordo Seclorum atau The New World Order (Tata Dunia Baru). Yaitu mendirikan Negara Israel Raya dan setelah negara Israel terbentuk maka misi terakhir mereka adalah mendirikan kembali Kuil atau Haikal Sulaiman di dalam negeri tersebut untuk dijadikan sebagai tempat bertahtanya kembali seorang Kristus (bukan istilah untuk Yesus), raja yang telah lama dinanti-nantikan oleh mereka.

Dunia saat ini pun sedang mereka giring ke arah sana. Apakah Aceh dan umumnya Indonesia juga menjadi target incaran mereka untuk dijadikan basis gerakan The New World Order (Tata Dunia Baru) tersebut? Entahlah, yang jelas misi ke arah sana pasti ada dan tentunya masih sangat terbuka lebar.

Saudi Membuka Wilayahnya untuk Pesawat Militer Israel

Surat kabar Inggris Sunday Times pada edisi Ahad (5/7) hari ini mengabarkan, kepala badan intelejen Israel Mosad Mir Dajan menyatakan kepada PM Israel Benjamin Netanyahu jika Saudi Arabia memberikan izin kepada Israel sekaligus membuka wilayahnya untuk pesawat-pesawat terbang Israel.

Saudi Arabia memberikan izin dan pembukaan wilayahnya kepada Israel tersebut terkait rencana negara Zionis itu yang akan menyerang pos-pos instalasi nuklir Iran.

Mir Dajan, yang mulai menjabat sebagai kepala Mosad sejak 2002 silam itu telah melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa pejabat tinggi Saudi Arabia pada awal tahun ini. Kedua belah pihak membahas kemungkinan rencana tersebut.

Sunday Times juga menambahkan, meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik yang resmi, namun sejak tahun 2002 silam itu juga Dajan kerap mengadakan pertemuan tertutup dan terorganisir dengan para pejabat Saudi Arabia.

Terkait hal ini, John Bolton, mentan duta besar Amerika untuk PBB yang baru-baru ini mengunjungi kawasan Teluk Arab, termasuk di dalamnya Saudi Arabia, membenarkan kemungkinan besar Israel menggunakan wilayah udara Saudi untuk menyerang Iran. "Hal tersebut sangat logis," papar Bolton.

Sebelumnya, beberapa surat kabar Israel juga sering menyiarkan adanya pertemuan tertutup antara pada pejabat negerinya, semisal mantan PM Ehud Olmert, dengan para pejabat Saudi Arabia.

Terkait gonjang-ganjing ini, Saudi Arabia menampik semua berita tersebut. Kantor PM Netanyahu di Israel juga menolak kebenaran kabar tersebut.

"Israel tidak mengadakan kesepakatan dengan Saudi Arabia terkait rencana tersebut. Berita yang dilansir Sunday Times juga tidak benar," demikian disampaikan sumber kantor PM Israel sebagaimana dimuat surat kabar Israel Yedeot Ahronot.

Di pihak yang lain, kepala majlis rakyat Kuwair, Shaikh Jassim al-Khurafi juga membantah warta yang menyebutkan Kuwait memberikan izin kepada Israel untuk melewati wilayah udara negaranya.

"Kuwait tidak melakukan pertemuan terkait masalah ini sama sekali dengan Israel," tutur al-Khurafi.

Bantahan al-Khurafi tersebut disampaikan menyusul beredarnya berita di beberapa surat kabar Israel jika negara-negara Teluk Arab membuka wilayahnya dan mengizinkan Israel untuk melewatinya.

Cendol

Sebenernya bukan Asal Usul juga sih, lebih ke Apa itu Cendol. Ya cuman mau persuade ppl aja kok.

Ngmg2 Agan - Agan tau ini kan kalau gatau gua nih hehehe.

Ini dia, gua browsing2 dan Inilah Hasilnya:

Spoiler for WikiEnglish:
Cendol [pronounced 'chen-doll'] or es cendol is a traditional dessert originating from Java, Indonesia, but is also popular in Malaysia, Singapore, and Southern Thailand (where it is called lorkchorng singapore ลอดข่องสิงคโปร์). The dessert's basic ingredients consist of shaved ice, coconut milk, starch noodles with green food coloring (usually sourced from the pandan leaf), and palm sugar. Red beans, glutinous rice, grass jelly, and creamed corn are optional additions. Cendol has become a quintessential part of cuisine among the multi-racial population in Southeast Asia and is often sold by vendors at roadsides, hawker centres and food courts.

Cendol vendors are also a common sight in Indonesian cities. In the Javanese language, cendol refers to the jelly-like part of the beverage, while the combination of cendol, palm sugar and coconut milk is called dawet.
A fancier version of cendol from Malaysia

In Malaysia, cendol is usually sold on the roadside by Mamak (Indian Muslim) vendors. It is common dessert fare in Singapore popularly found in dessert stalls, food centres, coffee shops and food courts, and served by vendors of various ethnic backgrounds. The first Indian-Muslim vendors learnt the skills of making cendol from the Javanese in Indonesia and brought the recipe and preparation methods with them to Malaysia and Singapore. Cendol is also popular as a snack, particularly after Friday prayers among Muslims.

The affluence of Singapore, as well as Western influence, has given rise to different variations of cendol. One can occasionally come across variants such as cendol with vanilla ice-cream or cendol topped with durian. In malacca in Malaysia, it's famous as durian cendol.

In Vietnamese cuisine, a similar dish is called chè ba màu or chè thập cẩm.

Source : WikiEnglish

Spoiler for Translatenya:
Cendol dibaca Chendoll. Minuman pencuci mulut asal JAWA, INDONESIA. Tapi populer di Singapore, Thailand, dan M*****SIA. Di Thailand, cendol disebut lorkchorng singapore (harusnya lorkchorng indonesia).
Di Indonesia, banyak pedagang kaki lima yang jualan. Tapi ada yg lebih "fancier" yaitu punya M*****SIA tapi yang original tetep yang MADE IN INDONESIA]. Kalo di Jawa namannya Dawet nih gan.

Terus kalo di M*****SIA, yang jual pedagang India Muslim, kalo di Singapore dijualnya di counter2 gitu deh. Para pedagang India tersebut belajar pada AHLINYA (baca: Orang Jawa yang Tinggal di Indonesia). Terus dibawa deh ke Singapore dan M*****SIA dan mereka jual disana.

Seiring berkembangnya jaman, cendol di M*****SIA sama Singapore udah ditambah topping2 gitu, pake durian lah atau es krim, segala macem. Tapi tetep, kalo mau Cendol2 yang Asli tanpa tambahan topping, original Cendol dan Gula Jawa serta Santan dan Tidak Lupa Es Batu dan Gelasnya. Hanya ada di Indonesia.

Di Vietnam juga ada tuh gan. Namanya Susah. chè ba màu or chè thập cẩm. Tapi kita cukup sebut CENDOL.


Spoiler for WikiIndonesia:
Cendol merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula Jawa cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah Jawa Tengah minuman ini dikenal dengan nama es dawet.

Tepung beras diolah dengan diberi pewarna berwarna hijau dan di cetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan pewarna makanan buatan.

Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan. Sesuai disajikan disiang hari.

Source : WikiIndonesia


Ini dia nih versi M*****SIAnya

Spoiler for WikiM*****sia:
Cendol ialah sejenis minuman sejuk yang boleh dijumpai di negara-negara Asia Tenggara.

Ia dibuat dari ramuan kisaran beras (sekarang hanya perlu tepung beras) dan dicampur dgn air jernih dari mendapan kapur sirih kemudian dimasak air beras tadi dan dikacau hingga cairan tapi pekat dan menggelegak. Setelah itu pekatan tadi ditekan ke tin yang ditebuk seperti siraman hujan, maka pekatan tadi terus melalui lubang tersebut dan dibiarkan sejuk didalam bekas air yang disediakan dibawah bekas berlubang tersebut. Bolehlah diwarnakan mengikut warna kesukaan, dahulunya diwarnakan dengan air daun pandan. Ia dihidangan bersama ais, air gula merah dan santan. Tetapi ditokok tambah pula dengan pulut dan susu isian manis.

Sejarah

Nama asal bagi cendol ialah chorn dooi bermaksud tolong. Kerana pada ketika itu hendak membuat cendol amat sukar dan memerlukan pertolongan beberapa orang lain. Chorn dooi diambil dari bahasa Selatan Thailand(Bahasa Melayu Patani), dahulunya Negara Islam Patani. Setelah ditakluki oleh kerajaan siam maka ramai penduduk Negara Patani berpindah ke negeri-negeri di Tanah Melayu dan memperkenalkan sejenis minuman manis.
Source : WikiM*****sia


Spoiler for KasKus:
Cendol adalah reputasi bagus ke seseorang di Kaskus, kalau yg mau jualan banyakin lampu ijo-nya/cendolnya artinya dia banyak disukai orang. kata lainnya GRP (Good Reputation Point). Lawan kata Cendol itu Bata Merah hehehe.

Source : Buka Ini


Mau tau bahan2nya??

Ini Dia

Spoiler for Cendol:


Tambah

Spoiler for GulaJawa:


Tambah

Spoiler for Santan:


Tambah

Spoiler for EsBatu:
x10 tentunya, kalo kebanyakan ya kurangin aja sendiri


Tambah

Spoiler for Gelas:


Jadinya..... Jreng Jreng....

Spoiler for EsCendolIndonesia:
Jangan Lupa Di Aduk ya Gan

Gitu deh Gan,

Ngomong - ngomong gua Haus nih, boleh bagi ???

Tapi gua maunya nyang ASLI INDONESIA 100% Gak Pake Duren, Gak Paje Es Krim, apalagi Kacang. Hehehe

Eh, gua mulai sekarang, kalau mau minta cendol bilangnya minta dawet aja deh (gapenting). Hehehe.

Bonus : Gambar Penjual Cendol

Spoiler for TukangCendol:


Spoiler for AskForCendol:
Quote:
Originally Posted by Shirdi Baba View Post
nah kenapa reputasi di kaskus disebut cendol?
hayo
masa tai bos?? tai kan coklat (gak nyambung) hehe, Wah saya gak tau tuh bos, bukan penjual cendol -__-a Emang kenapa sih disebut cendol?

Friday, 3 July 2009

PKS, SBY, dan Legitimasi Agama

Secara sempurna PKS memberikan landasan-landasan dasar terhadap pilihan politiknya yang mendukung pasangan SBY-Boediono. Landasan dasar itu, berupa kaidah syar’iyah dan siyasah telah diberikan bagi membenarkan segala keputusan politik yang diambil PKS, tujuannya tak lain, ingin mendapatkan dukungan publik atas pilihan yang sudah dilakukannya. Selain itu, PKS mengharapkan pengertian dan pemahaman dari publik atas pilihan yang dilakukannya itu, dan sudah menggunakan dasar kriteria, dan pertimbangan dari berbagi sudut pandang.

Sebelumnya, PKS sudah memberikan delapan alasan, mengapa PKS melakukan koalisi dengan SBY-Boediono, dan salah satu alasannya, bahwa koalisi dengan SBY itu merupakan keputusan Majelis Syuro PKS ke XI, 24-25 April 2009, di mana Majelis Syuro sebagai lembaga tertinggi telah memberikan legitimasi politik yang medukung pasangan SBY-Boediono di pilpres, Juli mendatang. Keputusan Majelis Syuro itu, dikuatkan adanya dukungan internal dari 70 persen kader, yang juga menghendaki PKS berkoalisi dengan SBY. Artinya, langkah kebijakan yang diambil oleh Majelis Syuro itu, mendapakan dukungan dari kalangan kader PKS.

Keputusan PKS mendukung pasangan SBY-Boediono itu, dilanjutkan dengan adanya 11 Poin Perjanjian Kerjasama antara PKS dan Partai Demokrat. Diantara 11 poin itu, secara eksplisit PKS, di pilpres 2009, memberikan dukungan kepada pemimpin yang visioner, tegas, bersih, dan loyal serta membangun sistem dan budaya yang kondusif bagi kepentingan negara dan bangsa, dan tokoh yang memiliki kriteria seperti di dalam poin pertama, tak lain adalah SBY-Boediono.

Tentu, dalam hal ini, PKS ingin menjelaskan langkah-langkah yang memberikan dasar landasan politik dan syar’i, yang tujuannya menguatkan kebijakan dan politik PKS, agar dapat dipahami publik. Tidak lagi timbul pandangan-pandangan yang ragu-ragu atas pilihan politik yang dilakukan PKS, yang berkaitan dukungannya terhadap pasangan SBY-Boeidono.

Meskipun, belakangan ini muncul pandangan dari berbagai kalangan yang mengkitisi pasangan SBY-Boediono, menyangkut hal-hal yang pokok, seperti berkaitan dengan kebijakan ekonominya, yang lebih pro kepada pasar (kapitalis), yang ini dicurigai sebagai agenda kaum neo-liberal, yang dampaknya akan mematikan sektor riil, yang selama lima tahun ini pemerintahan SBY, sangat jelas yang tidak memihak terhadap rakyat kecil. Ditambah lingkungan 'inner circlenya' yang disebut 'American Boys' dan kelompok JIl (Jaringan Islam Liberal).

Meskipun, Presiden SBY, selalu menyatakan adanya penurunan angka kemiskinan, dan pengangguran, serta naiknya tingkat pendapatan rakyat, tapi bukti dilapangan menunjukkan sebaliknya. Di mana jumlah orang miskin terus meningkat, angka pengangguran semakin panjang, dan disparitas (kesenjangan) yang kaya dengn miskin meningkat, jumlah utang yang terus bertambah, dan pemberatanasan KKN, menampakkan perkembangan yang stagnan, dan tetap menempatkan negara yag paling korup di Asia, berdasarkan Transparancy International, yang dikeluarkan bulan April lalu. Belakangan ini masalah agama menjadi isu yang terus berkembang, di mana istri Boediono, Herawati, disebut-sebut beragama Katolik. Berita ini dikutip Tabloit Monitor Indonesia dari pernyataan Habib Husien al-Absyi.

Di tengah-tengah berbagai polemik di masyarakat yang negative terhadap pasangan SBY-Boediono itu, PKS melakukan langkah-langkah konkrit dengan memberikan penjelasan (bayan) bagi masyarakat secara umum, khususnya umat Islam.

Belum lama ini, Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengeluarkan 8 butir hasil Mudzakarah Nasional Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren, yang berlangsung di Jakarta, 27-28 Juni 2009 M.

Pernyataan dukungan kepada SBY-Boediono itu, diawali dengan mengutip ayat al-Qur’an : “Dan kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk perintah Kami, selama mereka sabar. Mereka meyakini ayat-ayat kami." (As-Sajadah :24)

Maka, dengan keyakinan yang kokoh dan kesabaran yang teguh, ulama bertugas membimbing masyarakat dan memberikan keteladanan.

Mudzakarah Ulama itu, diikuti kurang lebih 250 ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren dari seluruh Pronpinsi Indonesia, dan hasil mudzakarah itu, antara lain :

1.Memilih pemimpin dalam ajaran Islam merupakan kewajiban setiap muslim. Jika terdapat lebih dari seorang kandidat, wajib memilih kandidat yang lebih memenuhi kriteria (muwashfat) yang menjamin kemaslahatan lebih besar bagi masyarakat. Dengan memperhatikan skala prioritas, kemaslahatan agama atau moral, keamanan diri, kesehatan akal, keturunan dan harta benda, kemaslahatan sosial, lalu individual, kemaslahatan yang bersifat umum lalu yang parsial.

2.Terpenuhinya kriteria kemaslahatan yang lebih besar hendaknya tidak sekedar ikut-ikutan atau berdasarkan jual beli dukungan. Tetapi berdasarkan tanggung jawab setiap orang terhadap amanah Allah dan masa depan bangsa sesuai pengetahuan individualnya. Atau dengan bertanya kepada yang lebih mengerti, istikharah minta petunjuk kepada Allah, dan sebagai hasil musyawarah bagi individu-individu yang tergabung dalam suatu ikatan organisasi baik organisasi massa maupun sokial politik.

3.Hal-hal yang harus dipertimbangkan sebagai kriteria mencakup rekam jejak (track record) yang baik telah bertaubat bagi yang pernah berbuat salah, kedekatan dengan masyarakat, kapasitas untuk memimpin, kredibilitas untuk diteladani, jujur-amanah-cerdas dan akuntabel.

4.Perfoma calon pemimpin nasional juga harus mempertimbangkan pengaruh dan kontribusi para pendukngnya (kroni) terutama dari kalangan partai politiknya.

5.Dengan niat melaksanakan perintah agama dan mengupayakan kemaslahatan yang lebih besar bagi umat dan bangsa, serta melaui cara pemilihan yang benar, maka insya Allah memilih pemimpin nasional merupakan kegiatan ibadah politik yang berskala nasional.

6.Adanya keberagaman pilihan diantara anggota masyarakat merupakan cerminan kebebasan sebagai hak asasi yang harus dihormati.Terlebih keberagaman itu terjadi antar saudara serumah, yaitu Indonesia dan untuk satu tujuan yang sama yaitu kebaikan serta kemajuan bangsa.

7.Semangat ‘Fastabiqul Khairat’ harus diaktualisasikan oleh para kandidat dengan cara berkompetisi dalam kebaikan, yaitu mengemukakan prestasi yang dimiliki serta kebaikan dunia akhirat yang akan diperjuangkan untuk masyarakat. Mereka juga harus bersaing dalam cara kampanye yang santun-bermartabat untuk meraih simpati rakyat. Sehingga, kemenangan yang diraih, insya Allah sebagai bukti dukungan rakyat yang hakikatnya pertolongan dari Allah Swat, bukan kemenangan yang memanipulasi suara rakyat dan karenanya merupakan jebakan (istidraj) dari Allah Swt.

8.Peserta Mudzakarah menyerukan kepada umat Islam agar memberikan dukungan dalam pemilu presiden 2009 kepada calon yang lebih maslahat untuk umat dan bangsa dalam pemilu presiden 2009, kepada calon yang lebih maslahat untuk umat dan bangsa yaitu pasangan SBY-Boediono.

Pernyataaan Mudzakarah ulama ini, ditandangani oleh Dr.Surahman Hidayat MA (Ketua Steering Committee), dan Buchori Yusuf, MA (Ketua, Organizing Committee).

Hasil Mudzakarah Ulama itu, sebuah langkah yang dilakukan PKS, yang memberikan dukungan kepada pasangan SBY-Boediono, dan untuk menyakinkan masyarakat dan bangsa Indonesia atas pilihan poliktiknya.

Apakah masyarakat dan kaum muslimin nantinya akan mengikuti arahan Dewan Syariah Pusat PKS? Dan, apakah langkah-langkah politik yang diambil PKS itu, juga mempertimbangkan aspirasi umat Islam, atau hanya mempertimbangkan internal, termasuk ijtihad politik yang dilakukan para pemimpinnya?

Setiap orang yang menjadi anggota masyarakat berhak secara bebas dengan menggunakan akal dan hati nurani serta agama yang menjadi keyakinannya masing-masing untuk menentukan pilihannya. Siapa yang berhak mendapatkan dukungann rakyat atau umat? Tentu, yang memiliki keterkaitan dengan masa depan umat. Adakah diantara mereka yang memiliki keterkaitan dengan umat?

Mysteri Kerajaan Saudi

Saudi Arabia mengalir dengan riak tenang yang mempunyai gelombang besar di dalamnya, dan ditutup dengan arus kecil, seolah-olah semuanya baik-baik saja. Dibandingkan dengan negara-negara Arab lainnya, dari segi apapun, Saudi aman terkendali. Pemasukannya per tahun terus meningkat, atau paling tidak cenderung stabil, dan untuk beberapa puluh tahun ke depan, mereka tak akan terpengaruh dalam perangkap krisis ekonomi global. Jamaah haji yang sudah dipastikan membanjir bagai air bah setiap tahun merupakan salah satu jaminan besar, selain juga kekayaan minyak bumi yang berlimpah. Hingga tak heran, anak muda Saudi mayoritas berpikiran tak perlu harus bekerja keras atau belajar dengan susah payah.

Toh semua itu tak menyembunyikan gejolak yang semakin panas di negara itu. Di satu sisi, para pemuda Saudi telah sedikit berani membuat riak-riak kecil. Mereka telah sadar bahwa selama ini, sejak bertahun-tahun lamanya, raja mereka—siapapun yang sedang berkuasa—telah mengebiri gerakan dan perkembangan Islam yang justru mereka lihat di negara-negara lain.

Ada ketertarikan yang besar pada sebagian pemuda Saudi untuk belajar mengenal gerakan Islam. Di negara itu, bayangkan, kerumunan lebih dari 10 orang akan selalu menjadi masalah. Apalagi di dalam masjid. Pada awalnya, para pemuda ini masih mau mengunjungi ulama-ulama yang mereka percayai seperti Shaykh 'Ali al-Khudhayr, Shaykh Nasir al-Fahd dan Shaykh Ahmad al-Khalidi. Namun seiring perkembangan yang cenderung makin membesar, maka semua ulama itu dibekuk pemerintah, dan dijebloskan ke dalam penjara dengan waktu yang tidak ditentukan. Dalih penangkapan itu adalah ketiga ulama ini merupakan pentolan kelompok Al-Muwahhidden, yang mempunyai banyak persenjataan dan bom. Para Syeh ini sampai detik terakhir mereka diringkus, membantah tuduhan tersebut.

Para pemuda Saudi berada dalam ketakutan dan kebingungan pada waktu yang bersamaan. Mereka sama sekali tidak mempunyai pengalaman menghadapi opresi penguasa. Otomatis mereka tidak lagi mempunyai tempat yang layak untuk bertanya. Mereka ketakutan karena peristiwa penangkapan itu bisa terjadi pada mereka. Bingung karena tak ada pula pengalaman terhadap konspirasi besar.

Mengapa Saudi sangat membatasi gerakan-gerakan Islam bahkan boleh dibilang memberangusnya? Ada beberapa fakta yang menarik untuk disingkap:

1. Rejim Saudi, seperti juga sebagian besar negara-negara Arab lainnya, adalah pemerintahan yang menyatukan antara yang benar (haqq) dan salah (batil). Aspek Haqq Saudi hanya bisa kita lihat dari simbol-simbol yang mereka pakai; bendera Saudi, klaim negara Islam, dan penerapan Syariah. Namun, di balik itu sebenarnya Saudi juga tak berbeda dengan negara sekuler lainnya.

2. Beberapa tahun sebelumnya, Saudi menggandeng Inggris untuk sama-sama memberantas gerakan Ikhwan di negaranya itu. Seorang anggota kerajaan pernah mengungkapkan hal ini. Sekarang, bukan rahasia lagi kalau Saudi akrab dengan AS. AS sudah dijadikan sebagai pelindung Saudi.

3. Komite Tetap Saudi (al-Lajnah ad-Da'imah) mengeluarkan fatwa: “Siapapun yang tidak membedakan antara Yahudi dan Kristen dan orang kafir lainnya dengan bangsa Muslim kecuali karena kebangsaannya, dan menganggap semua penguasa sama, maka dia adalah kafir.” Sebuah fatwa yang sesungguhnya membuat banyak orang berkerut dahi, namun efektif dalam meredam masyarakat Saudi. Karena, bukankah pemerintah Saudi sendiri persis seperti itu?

4. Perempuan Saudi tidak boleh menikah dengan laki-laki yang bukan dari Saudi. Dan seorang laki-laki Saudi tidak boleh menikah di luar Saudi kecuali sudah memenuhi persyaratan umur. Sebuah peraturan yang dibuat-buat karena Islam sendiri tidak cupat seperti ini.

5. Ribuan orang terbantai di negara-negara Muslim di wilayah Arab, tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah dan rejim Saudi? Tidak ada. Rejim Saudi hanya menyuruh para Syeikh-nya untuk berdoa untuk umat Islam, dan masyarakatnya dianjurkan untuk mengumpulkan dana bantuan yang disebarkan ke seluruh dunia, utamanya untuk pembangunan masjid. Maka jangan heran, jika di sebuah pelosok terpencil di Indonesia misalnya, bisa ada sebuah masjid besar yang megah dengan tulisan di peresmiannya: "Sumbangan dari (kerajaan) Saudi..."

6. Saudi membangun hubungan diplomatik dan non-diplomatik dengan negara-negara yang jelas telah membantai umat Islam dalam jumlah yang luar biasa banyak. Dalam hal ini yang mempunyai hubungan harmonis dengan Saudi adalah India, Russia, Filipina, Amerika (tentu saja!), Cina, dan Israel.

7. Amerika mempunyai basis militer di Saudi, dan pemerintah Saudi melarang rakyatnya yang mendoakan keburukan untuk Amerika di masjid-masjid di negara itu.

8. Rejim Saudi juga membantu dan mendirikan saluran-saluran TV yang banyak sekali saat ini. Selain TV, mereka juga membantu pendanaan media-media internasional.

9. Keluarga kerajaan Saudi tidak boleh dihina oleh siapapun. Jika ada yang melakukannya, maka akan dikenakan hukuman yang berat, bahkan dihukum mati. Tapi pemerintah Saudi tidak peduli kepada para pelaku yang menghina Allah dan agamaNya. Misalnya saja, seorang Saudi zindiq, Turki al-Hamd menulis sebuah buku berjudul “al-Karadeeb” dan di dalamnya terdapat kalimat “Jadi, Allah dan setan adalah dua wajah dengan satu penemuan”, tidak dikenakan hukuman apapun, dan bukunya yang penuh dengan cerita kekafiran beredar bebas di negara itu.

Thursday, 2 July 2009

Ramos Horta: Bahasa Indonesia akan menjadi bahasa nasional Timor Leste!


Ini yang baru dan mungkin akan menggugah nasionalisme kita (apalagi kalo abis nonton filem Garuda di Dadaku yg theme song nya njiplak abis lagu Apuse itu).

Diberitakan bahwa Ramos Horta, presiden Republik Demokratik Timor Leste berencana menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional negeri lepasan Indonesia itu. Rencananya, peresmian bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Timor Leste akan diumumkan pada bulan Agustus 2009 ini, bertepatan dengan peringatan 10 tahun referendum Timor-timur. (Atau mungkin dicocok-cocokin dengan ultah kemerdekaan RI).

Berita ini berseliweran di beberapa milis, diposting oleh A Umar Said, yang mendengar langsung dari Ramos Horta pada salah satu lawatannya ke restoran koperasi INDONESIA di Paris pada 27 Juni 2009.

Alasan pemberlakuannya, karena 80% penduduk Timor Leste berbahasa Indonesia, sebagai akibat dari kooptasi selama nyaris 30 tahun pemerintahan Orba. Bahasa Portugis dan bahasa Tetum (bahasa asli Timor Leste) yang sedianya sudah dijadikan bahasa resmi, karena alasan kepraktisan akan digantikan oleh Bahasa Indonesia.

Rencana tokoh penerima Nobel Perdamaian ini tentu sebuah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, di tengah makin terjungkalnya kehormatan bangsa dilumat negeri Jiran, soal TKI, Ambalat, dan lainnya termasuk prestasi olahraga kita yang menukik terus-terusan.

Satu hal lagi, kita turut mengapresiasi semangat pemerintah Timor Leste untuk menjalankan pemerintahan tanpa rasa dendam, termasuk terhadap pemerintah Indonesia atau pun tokoh-tokoh militer yang pernah mengangkangi negeri itu.

PKL SuraMadu

Benar juga, akhirnya SURAMADU jadi Ladang Lapak Kaki Lima




PKL di Suramadu Dilokalisir
Selasa, 30 Juni 2009 pukul 12:44:00
SURABAYA-- Setelah diresmikan operasionalnya pada 10 Juni 2009 lalu, keberadaan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) banyak dijejali oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL). Pertumbuhan para PKL ini tentu membuat kekhawatiran tersendiri, karena tidak tertata secara baik.

Itulah sebabnya, Pemprov Jatim bakal melakukan upaya lokalisasi para PKL tersebut dengan penataan yang rapi dan baik. Rencananya melokalisir para PKL ini ditempatkan di sebuah area peristirahatan yang ada di kawasan pintu gerbang Jembatan Suramadu sisi Kota Surabaya atau kawasan Kedung Cowek.

Asisten II Setdaprov Jatim, Choirul Djaelani mengatakan bahwa para PKL yang selama ini berkeliaran di kaki jembatan dan di ruas jalan akses jembatan bakal tidak diperbolehkan lagi. "Mereka (para PKL --red) itu akan dilokalisir di sebuah rest area sehingga terlihat rapi dan tidak semrawut,'' kata Choirul di Surabaya, Selasa (30/6).

Menurut Choirul, keberadaan para PKL di kawasan kaki Jembatan Suramadu tersebut memang bisa mengganggu kelancaran arus lalu-lintas kendaraan yang akan masuk atau keluar dari jembatan berentang panjang 5,4 kilometer itu. ''Ya, kehariran para PKL itu tentu bisa mengganggu pengguna jalan khususnya yang ada di sekitar jalan akses jembatan,'' papar Choirul.

Sehubungan dengan itu, Choirul menjelaskan bahwa pemprov telah menyerahkan kepada Kabupaten Bangkalan dan Kota Surabaya untuk menata para PKL, baik yang ada di sisi Madura atau sisi Kota Surabaya itu. ''Kamisudah menyerahkan masalah PKL ke Pak Bupati Bangkalan dan Pak Wali Kota Surabaya untuk mengatur para PKL tersebut,'' ungkap Choirul.

Choirul mengatakan, terkait dengan penataan para PKL ini tentu akan menjadi wewenang Kabupaten Bangkalan untuk sisi kaki jembatan di Madura dan kaki jembatan sisi Surabaya menjadi wewenang wali kotanya. ''Yang jelas, para PKL itu tidak boleh lagi berjualan di jalan akses jembatan,'' tegas Choirul menambahkan.

Ihwal lahan yang akan ditempati para PKL itu, Choirul memaparkan bahwa pemprov akan mencarikan tempat khusus atau right of way (RoW) untuk para PKL tersebut. Mengenai pemilihan tempat khusus itu, terang Choirul, bupati dan wali kota akan diundang untuk membahasnya.

Pilihannya, ujar Choirul, mungkin jalan-jalan akses jembatan yang sudah ada R0W-nya. tentang penataan PKL ini, Choirul menjelaskan bahwa pemprov tidak perlu menunggu Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) yang sampai kini belum aktif bekerja. ''Ya, kami tidak perlu menunggu BPWS aktif, karena Pemkab Bangkalan dan Pemkot Surabaya sudah bisa bekerja berdasarkan Undang Undang yang ada. Kita tinggal action saja untuk menata para PKL tersebut,'' tandas Choirul.
http://www.republika.co.id/berita/59...du_Dilokalisir

Evolusi Ijazah

Nah, dari sini gw lihat kuk unik banget yak Gan.. Perkembangan yg terjadi dari perubahan Ijazah-Ijazah itu..

Mulai yang jaman kompeni Belanda sampai jaman Demokrasi..

Spoiler for ijazah1936:


Spoiler for ijazah1949:


Spoiler for ijazah1971:


Spoiler for ijazah1977:


Spoiler for ijazah1984:


Spoiler for ijazah2002:

Sekarang Air Tawar dan Asin tidak menjadi masalah untuk ikan apapun berenang bersama

ASAM DI GUNUNG, GARAM DI LAUT BERTEMUNYA DI DALAM BELANGA. UNGKAPAN ITU PAS BENAR UNTUK MENUNJUK TEMUAN SPEKTAKULER YANG DIPAMERKAN PADA AJANG AQUARAMA 2009. IKAN BADUT ALIAS CLOWN FISH AMPHIPRION PERCULA YANG BIASA HIDUP DI LAUT KEDALAMAN 8 - 10 M BERENANG BERDAMPINGAN DENGAN MASKOKI CARRASIUS AURATUS DARI KOLAM AIR TAWAR DALAM SATU AKUARIUM
.



'Wah ini kabar baik, pasti banyak orang yang suka,' kata Prof Dr Gumilar Rusliwa Soemantri, rektor Universitas Indonesia. Sebagai pencinta koi Gumilar mafhum ikan hias tawar dan laut berbeda habitat. Jika bisa hidup berdampingan jelas luar biasa. Bima Saksono, eksportir ikan hias di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pun tak pernah mendengar keduanya bisa hidup bersama di satu akuarium.


'Keajaiban' itu dihadirkan di Aquarama 2009 oleh produsen pakan dan aksesori akuarium GEX Corporation asal Osaka, Jepang. Di stannya, GEX memajang kotak kaca berukuran 100 cm x 80 cm x 60 cm yang dihuni aneka ikan hias laut dan tawar.

Segerombol ikan badut dan seekor kuda laut Hippocampus sp berseliweran di antara tiga ryukin dan seekor ranchu yang asyik berenang ria di antara koral artifisial bercorak merah dan tanaman air. Sementara ikan hias tawar lain: gurami hias, platy, dan beberapa ekor guppy hilir mudik di dinding belakang akuarium.

Pemandangan kontras seperti ini tak pelak membuat puluhan pengunjung dan peserta pameran Aquarama 2009 dari berbagai negara silih berganti melongok isi akuarium itu. Singkat kata tak ada ucapan lain yang keluar dari mulut mereka selain kalimat 'luar biasa'. Menurut Mulyadi, ahli kimpoi suntik ikan hias di Bandung, Jawa Barat, yang ditampilkan stan GEX itu memang anomali. Wajar stan itu menjadi bintang di Aquarama 2009.

Terobosan ini selangkah lebih maju dibandingkan inovasi serupa pada Aquarama 2007. Ketika itu stan H2O Aquarium dari Singapura juga menampilkan ikan hias laut dan tawar di satu akuarium. Namun, sesungguhnya mereka tetap hidup di dua akuarium berbeda. Pada akuarium laut berukuran 3 m x 1 m itu dibenamkan 3 buah akuarium air tawar. Sepintas ikan laut dan tawar seperti berenang bersama saat dilihat dari bagian depan akuarium.

Dokumen 1971

[IMG][/IMG]

Menurut Yuichiro Miyauchi, staf GEX, kunci teknologi penggabungan dua jenis ikan hias berbeda habitat itu adalah marine treatment yang dikembangkan oleh Yamamoto Toshimasa, dosen dari Okayama University of Science Specialized Training College. Produk itu berupa bubuk putih yang bisa meningkatkan kadar elektrolit pada air tawar. Elektrolit merupakan zat yang mudah terurai dalam bentuk ion-ion. Salah satu ikatan elektrolit yang terkenal adalah NaCl alias garam.

Miyauchi tak bersedia mengungkapkan duduk perkara bagaimana senyawa dalam bubuk tadi bekerja. Namun, saat Trubus mencoba mencicipi sedikit air akuarium yang diberi oksigen terlarut melalui aerator, terasa agak asin alias payau. Data lain yang bisa terungkap adalah pengaruh pemberian marine treatment yang tertuang di selembar kertas dan ditempel di sisi akuarium. Di sana tertulis: bubuk putih, 2 unsur mineral dalam satu boks, pH 7,2 - 7,6, salinitas 7 - 9 ppm, suhu 25?C, dan tidak beracun.

Yang tampak kasat mata, akuarium itu memakai chiller - pendingin--yang suhunya disetel 25?C dan filter biologis. Tak tampak protein skimmer, pengurai amoniak pada kondisi air asin. Sebab itu Takehito Morimoto, staf lain, menyebutkan air perlu diganti setiap 2 minggu. Kesan misterius itu belakangan menjadi gunjingan ramai di berbagai blog pengunjung pasca - Aquarama 2009. Contoh Benny Ng asal Singapura. Di blognya Benny memajang foto akuarium itu dan menyisip komentar, 'Bagaimana caranya?'.

Penelusuran Trubus menemukan fakta mengejutkan. Penyatuan ikan hias laut dan tawar dalam satu akuarium bukan hal baru. Setidaknya itu tampak dari berkas dokumen hak paten yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat dengan nomor paten 3683855 pada 1971 atas nama Tronic Product Inc asal negara bagian New Jersey. Di sana diuraikan langkah-langkah pembuatan larutan yang mampu membuat ikan berbeda habitat itu nyaman hidup bersama.

Larutan itu adalah senyawa organik yang terdiri dari bahan etilen glikol dan propilen glikol. Etilen glikol dikenal sebagai cairan tak berwarna, tak berbau, dan berasa manis serta larut dalam air. Senyawa itu merupakan bahan baku utama industri tekstil, cat, kanvas rem, sampai bahan antibeku. Propilen adalah hasil samping dari pembuatan sabun dan lilin. Ia muncul sebagai reaksi dengan asam lemak dan minyak.

Larutan itu yang dicampurkan dengan campuran air laut dan tawar pada salinitas 12 - 14 ppm. Untuk mendapatkan derajat keasaman sekitar 7,2 - 7,6 seperti terjadi pada akuarium GEX, larutan diberi tambahan 0,75 - 1,5 g garam silikat metal. Silikat metal terdiri atas unsur sodium dan kalium.

Selanjutnya apa yang terjadi di tubuh ikan? Sejatinya cairan dalam tubuh ikan tawar dan laut memiliki salinitas hampir sama meski konsentrasi garam di habitat masing-masing berbeda. Salinitas cairan dalam tubuh ikan laut sekitar 2/5 ppm dari salinitas laut sebesar 33 ppm; ikan tawar 1/5. Agar keseimbangan tekanan terjaga, mekanisme osmosis bekerja di tubuh ikan. Intinya ikan akan mengatur keluar-masuk air di tubuh. Dengan alasan itu pula larutan yang disebut di atas memiliki konsentrasi garam sesuai kisaran salinitas cairan tubuh kedua ikan berbeda habitat, antara 1/5 - 2/5 ppm.

Adaptasi

Menurut Prof Dr Suharsono ikan tawar dan laut dapat dipelihara pada satu tempat. 'Pada ikan laut ini bisa dilakukan pada ikanikan estuarin,' kata kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI di Ancol, Jakarta Utara. Estuarin merujuk pada ikan-ikan yang hidup di muara sungai. Di sana salinitas lebih kecil sekitar 12 ppm. Di laut salinitas mencapai 33 ppm.

Sebab itu ikan muara seperti bandeng Chanos chanos, ketang-ketang Ogcocephalus radiatus, atau salmon tak sulit hidup meski mereka harus berada di lingkungan dengan salinitas berbeda. 'Sistem osmoregulasi mereka sudah berkembang baik. Jadi kalau disatukan dalam kondisi payau bersama ikan tawar, ikan estuarin lebih tahan, bahkan tanpa proses aklimatisasi,' kata doktor bidang ekologi koral dari Departemen Biologi Universitas Newcastle Upon Tyne di Inggris itu.

Namun, pada kasus clown fish dan kuda laut yang dipelihara bersama-sama ikan hias tawar seperti disaksikan di stan GEX kondisinya agak berbeda. Berbeda karena ikan badut dan kuda laut itu murni hidup di laut, sekitar terumbu karang. Tanpa proses adaptasi sulit rasanya bagi kedua ikan itu hidup di kondisi payau. 'Perubahan salinitas sampai di bawah 26 ppm dapat membuat ikan laut sejati mati,' kata Suharsono. Satu-satunya cara menggunakan ikan laut sejati hasil budidaya. Mereka lebih adaptif karena telah dikondisikan pada salinitas lebih rendah.

Hal senada disampaikan oleh Dra Kadek Ari yang berhasil membiakkan clown fish dan kuda laut di luar habitat asli pada 2008. 'Yang bisa hidup pasti ikan hias laut hasil budidaya,' kata peneliti Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung itu. Foto di stan GEX yang dikirim padanya mengungkapkan hal ini. 'Dari warna tubuh clown fish, jelas ini hasil budidaya. Warna ikan lebih muda. Ciri lain ikan terlihat akur bergerombol. Di alam tidak seperti itu,' katanya.

Malah Kadek seperti mengenali ikan badut di akuarium GEX itu. Maklum setelah sukses menangkarkan, Kadek sering mengirimkan ikan badut dan kuda laut ke Jepang. Boleh jadi itu alasan mengapa hanya ikan hias laut clown fish dan kuda laut yang ditampilkan di akuarium GEX. Kedua ikan hias laut itu sudah berhasil dibudidayakan.

Pada ikan hias tawar tak perlu memakai hasil penangkaran. 'Ikan tawar sebetulnya malah nyaman berada di kondisi payau karena salinitas tubuhnya mendekati salinitas lingkungan,' ujar Melta Rini Fahmi SPi, MSi, peneliti Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar di Depok, Jawa Barat. Artinya ikan hias tawar hanya cukup diaklimatisasi agar bisa hidup di kondisi sedikit payau.
Peluang

Kehadiran teknologi penggabungan ikan hias laut dan tawar itu cukup diminati hobiis. Grigorius Tam dari Yunani, misalnya, berharap dapat membeli produk marine treatment sesudah resmi dilepas di pasaran oleh GEX pada Agustus 2009. Grigorius ingin mencoba sekadar bersenang-senang. 'Saya punya sebuah akuarium laut di rumah,' kata pemilik toko perlengkapan ikan hias di Akrapolis itu.

Menurut Jemmy Gunawan di sentra ikan hias Jalan Kartini, Jakarta, teknologi ini memang berpeluang besar disukai hobiis. Pemilik gerai KDC itu merujuk saat ia bereksperimen menggabungkan ikan hias laut seperti balong, kepe-kepe, dan giro pasir, bersama tiga maskoki tossa di akuarium berukuran 60 cm x 30 cm x 20 cm pada 2007. Ini untuk pajangan di tokonya. Hasilnya? Gerai milik Jemmy dibanjiri pengunjung. 'Mereka senang melihatnya, tapi begitu tahu harga filter yang dipakai sampai Rp80-juta, mereka mundur,' katanya.

Syarat harga terjangkau diungkapkan oleh Gumilar. 'Hasil teknologi baru itu akan cepat diterima hobiis bila murah dan ramah lingkungan,' ujar Gumilar. Pun Cecep Hidayat dari Firda Aquarium di sentra ikan hias Jalan Sumenep, Jakarta Pusat, 'Kalau harganya murah pasti diminta,' ujarnya. Toh, inovasi yang ditampilkan oleh stan GEX membuka wawasan bahwa tak ada yang tak mungkin dicoba. Melihat maskoki dan ikan badut berenang bersama di satu akuarium sangat menyenangkan. (Dian Adijaya S/Peliput: Lastioro Anmi T dan Faiz Yajri)


Sumber :

http://www.trubus-online.co.id/index.php
http://www.trubus-online.co.id/mod.p...cle&artid=1893


Maaf seandainya Repost..
Rate jgn lupa yah..
tidak menolak


 

© 2009 Fresh Template. Powered by Blogger.

Fresh Template by NdyTeeN.